Amerika Serikat akan menjadi negara
pertama yang dianggap memiliki sistem pendidikan terbaik. Hal ini
dikarenakan adanya Harvard University sebagai universitas terbaik nomor
satu di dunia. Akan tetapi tahukah kamu, Finlandia tampaknya memiliki
terobosan dalam hal pendidikan yang jauh lebih baik dari apa yang
ditawarkan oleh Amerika. Di Finlandia, belajar adalah sebuah persiapan
untuk proses kehidupan dan menjadikannya sebagai proses yang menyatu
secara natural tanpa paksaan dan tidak membebani pelakunya.
Finlandia tampaknya menjadi tempat
belajar yang menyenangkan. Para guru akan melakukan apapun secara
profesional untuk menyiapkan anak didiknya. Berikut ini kelebihan dalam
sistem pendidikan Finlandia :
Tidak ada pekerjaan rumah yang menumpuk
Pelajar di Finlandia belajar langsung di
ruang kelas dibimbing oleh guru mereka dengan berbagai macam alat
peraga. Mereka akan menerima pekerjaan rumah pada saat mereka telah
berada pada usia remaja, yaitu 13-14 tahun. Dengan begitu pada saat masa
kanak-kanak mereka memiliki banyak waktu untuk bereksplorasi secara
natural, bermain dengan teman-teman sebaya dan merasakan
bersenang-senang tanpa beban.
Tidak ada sistem penilaian sama sekali selama 6 tahun pertama
Anak-anak yang duduk pada tingkat dasar
akan diberikan bekal pelajaran dasar untuk kehidupan. Tidak ada
penilaian apapun yang diberikan. Mereka hanya akan dilihat tingkat
penerimaannya dan bagi yang tertinggal akan menerima bantuan tambahan
dari guru tanpa ada perbedaan kelas, kelas tambahan, bahkan nilai
raport. Setiap tugas hanya akan menjadi panduan guru untuk lebih
mengenal potensi anak didiknya.
Hanya ada satu tes wajib, yaitu pada umur 16 tahun
Dengan kata lain evaluasi pembelajaran
nasional dilakukan pada tingkat SMA, di saat mereka akan masuk pada
perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja. Pada tingkatan SD dan SMP
tidak ada ketentuan ujian nasional untuk kelulusan seperti di Indonesia,
bahkan pada jenjang tersebut tidak ada penerbitan ijazah. Perpindahan
dari SD ke SMP atau SMP ke SMA hanya dengan nilai raport. Tidak ada
perbedaan gedung SD dan SMP, sehingga tidak ada perubahan lingkungan
yang mengganggu psikologi siswa untuk beradaptasi kembali.
Pantangan mencela kinerja siswa untuk guru
Setiap pelajaran diajarkan oleh guru
dengan berbagai alat peraga yang merangsang visual siswa dan memberikan
kesempatan siswa kesempatan langsung. Tidak ada sistem belajar ceramah
yang membosankan dan membuat ngantuk. Guru tidak akan pernah mengatakan
salah pada apapun yang siswa lakukan, siswa bahkan tidak perlu menjawab
dengan benar, yang terpenting adalah proses dan usaha siswa. Guru tidak
akan membandingkan antara satu siswa dengan siswa yang lain. Mereka
hanya akan membuat siswa melihat perkembangan dirinya sendiri dan
membantu siswa meraih potensi setiap individu.
Perbandingan guru dan murid yang seimbang
Satu orang guru hanya akan mengajar
sekitar 12 orang siswa. Sementara itu 1 dari 3 orang siswa akan menerima
tambahan bantuan dari guru untuk menyerap materi yang dirasa tertinggal
bila dibandingkan dengan siswa yang lain. Kemalasan tidak akan dianggap
sebagai kesalahan siswa. Guru akan mengusahakan untuk membantu siswa
sebaik mungkin tanpa membuatnya merasa dibedakan.
Kurikulum nasional hanya berupa gambaran umum yang dapat disesuaikan
Di Finlandia hanya akan ada poin umum
yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan fokus setiap sekolah. Setiap
kota memiliki tanggung jawab untuk menyediakan pendidikan dan mengawasi
sendiri pelaksanaannya. Sehingga setiap sekolah dan guru memiliki
otonomi yang besar untuk menciptakan kreasi mata pelajaran sendiri yang
sesuai.
Guru memiliki penghargaan profesi yang tinggi setingkat pengacara dan dokter
Guru di Finlandia dipersiapkan dan
dipilih secara ketat. Mereka adalah 10% dari yang terbaik. Guru
diharuskan memiliki gelar master untuk dapat menjadi pengawas dan
perencana pendidikan pada sebuah sekolah. Mereka hanya akan menghabiskan
waktu 4 jam sehari dalam ruang kelas dan 2 jam untuk peningkatan
kemampuan secara profesional.
Bagaimana menurut kalian? Menyenangkan
bukan bila belajar dalam kondisi pendidikan seperti yang ada di
Finlandia. Belajar tidak dibayangi target nilai, melainkan
mengoptimalkan kemampuan secara praktis dan pastinya tepat sasaran.
Adanya pengakuan dan pemberian kesempatan yang sama, baik terhadap
pelajar yang lemah penyerapannya dan menghindari sistem anak emas adalah
identitas pendidikan sebenarnya. Setiap anak memiliki kemampuannya
masing-masing, tinggal bagaimana guru dan orang tua mampu melihat bakat
dan minat mereka.
Coba Indonesia berhenti membuang uang
demi hal-hal tak penting seperti ujian nasional. Biaya ujian nasional
bisa dialihkan untuk membiayai fasilitas pendidikan lainnya seperti
gedung sekolah dan transportasi gratis ke sekolah. Guru juga perlu
diberikan perhatian khusus untuk diberikan pelatihan, sehingga bukan
asal menulis di papan 10 menit dan kemudian memberikan pekerjaan rumah
bertumpuk. Bukan itu yang dimaksud pembelajaran mandiri. Bila seperti
itu jadinya maka gurulah yang melanggar sifat profesionalismenya
sendiri. Andai sistem nilai yang begitu mendiskriminasi dihilangkan,
maka setiap siswa akan mampu bersinar tanpa ada cap kebodohan dan
kemalasan yang diberikan atas angka-angka tak bermakna.
Selamat hari pendidikan untuk Indonesia,
meski jalan kita masih terlalu terjal untuk mewujudkan generasi emas.
Wahai generasi muda saatnya menyusun langkah demi memperbaiki semua
kesalahan sistem. Menuju Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang lebih
bersinar dan mandiri.
Tags: guru, kurikulum, pendidikanSUMBER









