Rabu, 05 Juni 2013

Menengok Sistem Pendidikan Finlandia

              Amerika Serikat akan menjadi negara pertama yang dianggap memiliki sistem pendidikan terbaik. Hal ini dikarenakan adanya Harvard University sebagai universitas terbaik nomor satu di dunia. Akan tetapi tahukah kamu, Finlandia tampaknya memiliki terobosan dalam hal pendidikan yang jauh lebih baik dari apa yang ditawarkan oleh Amerika. Di Finlandia, belajar adalah sebuah persiapan untuk proses kehidupan dan menjadikannya sebagai proses yang menyatu secara natural tanpa paksaan dan tidak membebani pelakunya.
Finlandia tampaknya menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Para guru akan melakukan apapun secara profesional untuk menyiapkan anak didiknya. Berikut ini kelebihan dalam sistem pendidikan Finlandia :
Tidak ada pekerjaan rumah yang menumpuk
Pelajar di Finlandia belajar langsung di ruang kelas dibimbing oleh guru mereka dengan berbagai macam alat peraga. Mereka akan menerima pekerjaan rumah pada saat mereka telah berada pada usia remaja, yaitu 13-14 tahun. Dengan begitu pada saat masa kanak-kanak mereka memiliki banyak waktu untuk bereksplorasi secara natural, bermain dengan teman-teman sebaya dan merasakan bersenang-senang tanpa beban.
Tidak ada sistem penilaian sama sekali selama 6 tahun pertama
1fin
Anak-anak yang duduk pada tingkat dasar akan diberikan bekal pelajaran dasar untuk kehidupan. Tidak ada penilaian apapun yang diberikan. Mereka hanya akan dilihat tingkat penerimaannya dan bagi yang tertinggal akan menerima bantuan tambahan dari guru tanpa ada perbedaan kelas, kelas tambahan, bahkan nilai raport. Setiap tugas hanya akan menjadi panduan guru untuk lebih mengenal potensi anak didiknya.
Hanya ada satu tes wajib, yaitu pada umur 16 tahun
2fin
Dengan kata lain evaluasi pembelajaran nasional dilakukan pada tingkat SMA, di saat mereka akan masuk pada perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja. Pada tingkatan SD dan SMP tidak ada ketentuan ujian nasional untuk kelulusan seperti di Indonesia, bahkan pada jenjang tersebut tidak ada penerbitan ijazah. Perpindahan dari SD ke SMP atau SMP ke SMA hanya dengan nilai raport. Tidak ada perbedaan gedung SD dan SMP, sehingga tidak ada perubahan lingkungan yang mengganggu psikologi siswa untuk beradaptasi kembali.
Pantangan mencela kinerja siswa untuk guru
3fin
Setiap pelajaran diajarkan oleh guru dengan berbagai alat peraga yang merangsang visual siswa dan memberikan kesempatan siswa kesempatan langsung. Tidak ada sistem belajar ceramah yang membosankan dan membuat ngantuk. Guru tidak akan pernah mengatakan salah pada apapun yang siswa lakukan, siswa bahkan tidak perlu menjawab dengan benar, yang terpenting adalah proses dan usaha siswa. Guru tidak akan membandingkan antara satu siswa dengan siswa yang lain. Mereka hanya akan membuat siswa melihat perkembangan dirinya sendiri dan membantu siswa meraih potensi setiap individu.
Perbandingan guru dan murid yang seimbang
4fin
Satu orang guru hanya akan mengajar sekitar 12 orang siswa. Sementara itu 1 dari 3 orang siswa akan menerima tambahan bantuan dari guru untuk menyerap materi yang dirasa tertinggal bila dibandingkan dengan siswa yang lain. Kemalasan tidak akan dianggap sebagai kesalahan siswa. Guru akan mengusahakan untuk membantu siswa sebaik mungkin tanpa membuatnya merasa dibedakan.
Kurikulum nasional hanya berupa gambaran umum yang dapat disesuaikan
5fin
Di Finlandia hanya akan ada poin umum yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan fokus setiap sekolah. Setiap kota memiliki tanggung jawab untuk menyediakan pendidikan dan mengawasi sendiri pelaksanaannya. Sehingga setiap sekolah dan guru memiliki otonomi yang besar untuk menciptakan kreasi mata pelajaran sendiri yang sesuai.
Guru memiliki penghargaan profesi yang tinggi setingkat pengacara dan dokter
6fin
Guru di Finlandia dipersiapkan dan dipilih secara ketat. Mereka adalah 10% dari yang terbaik. Guru diharuskan memiliki gelar master untuk dapat menjadi pengawas dan perencana pendidikan pada sebuah sekolah. Mereka hanya akan menghabiskan waktu 4 jam sehari dalam ruang kelas dan 2 jam untuk peningkatan kemampuan secara profesional.
Bagaimana menurut kalian? Menyenangkan bukan bila belajar dalam kondisi pendidikan seperti yang ada di Finlandia. Belajar tidak dibayangi target nilai, melainkan mengoptimalkan kemampuan secara praktis dan pastinya tepat sasaran. Adanya pengakuan dan pemberian kesempatan yang sama, baik terhadap pelajar yang lemah penyerapannya dan menghindari sistem anak emas adalah identitas pendidikan sebenarnya. Setiap anak memiliki kemampuannya masing-masing, tinggal bagaimana guru dan orang tua mampu melihat bakat dan minat mereka.
7ind
Coba Indonesia berhenti membuang uang demi hal-hal tak penting seperti ujian nasional. Biaya ujian nasional bisa dialihkan untuk membiayai fasilitas pendidikan lainnya seperti gedung sekolah dan transportasi gratis ke sekolah. Guru juga perlu diberikan perhatian khusus untuk diberikan pelatihan, sehingga bukan asal menulis di papan 10 menit dan kemudian memberikan pekerjaan rumah bertumpuk. Bukan itu yang dimaksud pembelajaran mandiri. Bila seperti itu jadinya maka gurulah yang melanggar sifat profesionalismenya sendiri. Andai sistem nilai yang begitu mendiskriminasi dihilangkan, maka setiap siswa akan mampu bersinar tanpa ada cap kebodohan dan kemalasan yang diberikan atas angka-angka tak bermakna.
Selamat hari pendidikan untuk Indonesia, meski jalan kita masih terlalu terjal untuk mewujudkan generasi emas. Wahai generasi muda saatnya menyusun langkah demi memperbaiki semua kesalahan sistem. Menuju Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang lebih bersinar dan mandiri.
Tags: , ,




SUMBER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar