Rabu, 05 Juni 2013

Kesalahan Sistem Pendidikan Di Indonesia



Ini adalah sebuah opini seorang kaskuser yg tidak pro ke pemerintah atau siapapun

Pendidikan , pendidikan di luar negri itu jauh lebih bagus dari indonesia kenapa saya bisa mengatakan seperti itu , dulu saya seminar di sekolah ternama di jakarta , saya mendapat kritik dari guru , karena kata mereka

saya lebih Pro murid dari guru , tapi ingat saya memberi tahu ini bukan berarti
anda jangan sekolah , pasti anda tau anak yang mendapat nilai jelek di sekolah nya , tapi besar nya bisa sukses , ketimbang anak yang selalu menjadi ranking 1 tapi besar nya tidak sukses , bukan berarti mereka tidak bisa sukses , murid yang sukses di sekolah belum tentu sukses di masa depan, banyak teman saya yang sukses di sekolah , tapi sekarang hanya menjadi pegawai biasa , jika anda lihat apa sih yang ingin di bentuk dari sekolah ? kalo menurut saya sekolah hanya ingin membentuk murid2 nya menjadi guru , guru matematika ingin menjadikan murid nya menjadi guru matematika atau pelajaran lain , logika nya saya berani bertaruh

adakan tes pelajaran geografi kepada guru matematika saya berani berjamin
mereka tidak bisa menjawab atau guru kimia kita tes seni rupa atau seni rupa kita tes olahraga pasti mereka tidak bisa menguasai LALU KENAPA MERAKA TIDAK BISA MELAKUKAN HAL LAIN DENGAN BAIK TAPI MURID NYA DI PAKSAKAN MENDAPAT NILAI BAIK , ya kata mereka untuk dasar

tapi toh sudah dewasa guru tersebut sadar ilmu itu tidak di pakai contoh
peta buta , buat apa saya belajar itu ? saya tidak menjadi tur gaet atau ahli geografi , atau menghafal nama gubernur , sedangkan gubernur saja bergati setiap beberapa tahun sekali atau pelajaran biologi menghafal nama ilmiah monokotil atau di kotil ? apakah sudah dewasa kita membeli buah buahan
kita tanya , "bang apa jual Magnifera Indica ?" dulu sewaktu saya sekolah smp guru akuntan saya mengatakan
"jika nilai akuntan kamu jelek kamu tidak bisa akutan maka kamu tidak bisa menjadi orang sukses"

dan sekarang alhamdulilah saya bisa menyewa akuntan di perusahaan saya
jadi solusi saya apa ?
saya ingin merubah sistem kepada seluruh sekolah di indonesia dari sd
kita tunggu dan kita lihat apa minat anak atau murid , dan itu yang di perbanyak misal nya , anak itu sangat tertarik pada musik , perbanyak pelajaran musik , jika dia suka dengan matematika perbanyak pelajaran matematika , jadi seperti sekolah , dan buat murid itu yang mendatangi guru
bukan guru mendatangi murid , jika karena guru mendatangi murid , murid itu pasti akan terpaksa dalam hal pembelajaran , tidak seperti sekarang
MURID DI JEJALKAN PELAJARAN YANG TIDAK SUKA DAN DI SUKAI
DAN HARUS MENDAPAT NILAI BAGUS , ada anak yang jago menghafal rumus matematika , fisika tapi ketika dewasa pikiran nya telah ter-otaki,kreafitas nya telah buntu , otak kanan nya tidak akan jalan , kenapa? karena yang di pakai hanya otak kiri menghafal menghafal dan menghafal , jika yang membaca artikel saya orang tua , tolong baca ini baik baik jika anda mengikuti kemauan anak nya dalam hal mata pelajaran
maka anak anda sukses , jika anak anda suka kesenian tapi nilai matematika nya jelek , pasti anak anda akan di les kan mata pelajaran matematika dan itu SALAH , because mengapa anda mengeleskan pelajaran yang tidak di sukai anak anda ? , jika anak saya mendapat nilai kesenian bagus tapi nilai matematika jelek saya akan les kan anak saya kesenian supaya bakat nya bisa di asah dari kecil bukan di memaksakan hal yang tidak ia suka sekian dari saya semoga bermanfaat 




sumber 

1 komentar:

  1. Bagus artikelnya. Tapi yg jadi masalah mayoritas sekolah di Indonesia negeri maupun swasta masih menggunakan sistem ini, semua bidang studi harus dipelajari. Emang ada beberapa sekolah berstandar internasional, tapi mahal sekali. Ya benar sistem pendidikan di negara maju emang bagus, dari SD udah bisa milih bidang pelajaran mana yg disuka. Sekolah internasional juga kurang lebih seperti itu. SD aja udah mahir bahasa inggris, di sini aduhh.. SD kelas 5-6 masih belajar basic. Saya harap aja ada perubahan ke depan di dunia pendidikan di Indonesia.

    BalasHapus